Blogger templates

Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhasabah. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Agustus 2012

Bangunlah, Nak



 



dakwatuna.com
“Bangunlah nak, mungkin ada yang ingin kau ceritakan…”
“Bangunlah nak, mungkin ada yang ingin kau tumpahkan.”
“Bangunlah nak, luapkan saja apa yang kau rasa…
Ia akan setia mendengarmu, walau mungkin tak kau dapat solusi saat itu, Ia akan mengantarkanmu…
dengan cara-Nya sendiri, dan itulah yang terbaik untukmu.”

“Bangunlah nak, bangun…
hidup ini hanyalah sebentuk pengabdian, untuk-Nya, dan karena-Nya…”
“Bangunlah nak, bangun sayang…
sepertiga malammu telah datang, jangan pernah engkau siakan.”

Rabu, 08 Agustus 2012

Berdo'a kok di FB?

 
 dakwatuna.com – Sejak berjamurnya Account social seperti Facebook, Twitter, Friendster and other networking. Banyak hal bisa diamati terutama terjadinya tingkat kenarsisan, suka pamer, sering mengeluh dan berdoa di tempat yang salah. Bagaimana tidak salah!!! Coba kita amati terutama FB and twitter betapa banyak pengguna account salah mengguna wall/tweet mereka sebagai tempat berdoa, bukankah agama “Islam”? Telah mengatur Waktu-waktu untuk berdoa mustajab. Antara lain:

Dan Aku Cemburu



dakwatuna.com
Aku cemburu…
Aku cemburu Pada kehanifanmu
Yang karenanya selalu membuatmu terjaga
Dari banyaknya godaan dunia yang semu…
Aku cemburu Pada ketaatanmu
Yang dengannya telah mendekatkanmu
pada cinta Rabb-mu

Muhasabah Cinta

 

dakwatuna.com - Mari sejenak bermuhasabah diri dengan sepenuh cinta, menengok lembaran kehidupan yang telah kita lalui, agar menjadi pelajaran bagi kita untuk hadapi kehidupan di depan….
Sobat, adakah kita teladani Rasulullah yang tiap malamnya tak pernah berlalu tanpa qiyamullail? Ia berlama-lama berdiri, ruku’, dan sujud, hingga bengkaklah kedua kakinya. Padahal, ia telah terampuni dosa yang lalu dan yang akan datang. Padahal, Allah telah jaminkan jannah untuknya. Sedangkan, kita yang dosanya bagai buih di lautan, bagai pepasir di pantai ini, masih berani dan tenang saja menikmati malam-malam bernyenyak dalam gumul selimut hangat.

Selasa, 31 Juli 2012

Ibu, Sebuah Perenungan

 http://4.bp.blogspot.com/_6D07pswh778/TQRjVaqQg2I/AAAAAAAAAHg/-bR3QWhVi1M/s1600/ibu.jpg
Oleh: Sonia Faiqah
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com – Ibu, bukti nyata kasih sayang Allah untuk kita…
Sosok yang tak pernah jemu menyayangi dan melayani kita. Pernahkah kita mendoakan ibu di dalam sujud panjang shalat kita di sepertiga malam terakhir? Jika jawabannya iya. Anda sungguh beruntung.
Jika jawabannya tidak, mari kita renungi, ibu kita yang keringatnya adalah kebahagiaan kita, rela bangun di malam hari yang dingin, tak peduli betapa ia lelah karena pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di siang hari, namun dia memilih bangun dari tidur lelapnya untuk menghadap Allah dengan penuh pengharapan, dengan sebait doa yang selalu dia minta pada-Nya, doa yang ditujukan untuk siapa? Untuk kita. Karena tujuannya hanya satu, karena keinginannya hanya satu, yaitu kebahagiaan kita.

Senin, 30 Juli 2012

Wasiat Seorang Ayah Kepada Putranya

 http://www.deindra.com/wp-content/uploads/2012/04/AyahAnak.jpg

Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq rahimahullah berwasiat kepada putranya, Musa. Beliau rahimahullah berkata:
Wahai anakku…. barangsiapa merasa cukup dengan apa yang menjadi bagiannya maka dia akan menjadi kaya dan barangsiapa memanjangkan pandangannya kepada apa yang ada di tangan orang lain niscaya dia akan mati dalam keadaan miskin. Barangsiapa yang tidak ridha dengan apa yang diberikan untuknya berarti telah mencacati Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketetapan takdir-Nya. Barangsiapa menganggap kecil ketergelinciran orang lain maka menjadi besarlah ketergelinciran dirinya.

Sabtu, 28 Juli 2012

Astaghfirullah



 

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama  para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke alam masjid dengan  menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun  berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?” Maka berkata orang ; muda itu,”Ya
Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak  ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”