Ternyata banyak sekali manfaat kebaikan dan kesehatan dari buah pisang.
Ada 8 khasiat pisang bagi tubuh Anda. Apakah sajakah? Mulai dari
membantu menurunkan tekanan darah, sampai menjaga kadar gula dalam
darah. Pastinya, konsumsi dan jangan abaikan pisang.
Inilah...
1. Pisang
merupakan sumber kebaikan potassium, karena 100 gram pisang mengandung
400 gram potassium. Sekedar mengingatkan, potassium adalah nutrisi yang
bisa membantu menurunkan tekanan darah, menyuplai energi, membantu
pertumbuhan otot dan mencegah terjadinya kram otot.
Kamis, 09 Agustus 2012
Rabu, 08 Agustus 2012
Berdo'a kok di FB?
dakwatuna.com – Sejak berjamurnya Account social seperti Facebook, Twitter, Friendster and other networking. Banyak hal bisa diamati terutama terjadinya tingkat kenarsisan, suka pamer, sering mengeluh dan berdoa di tempat yang salah. Bagaimana tidak salah!!! Coba kita amati terutama FB and twitter betapa banyak pengguna account salah mengguna wall/tweet mereka sebagai tempat berdoa, bukankah agama “Islam”? Telah mengatur Waktu-waktu untuk berdoa mustajab. Antara lain:
Dan Aku Cemburu
dakwatuna.com
Aku cemburu…
Aku cemburu Pada kehanifanmu
Yang karenanya selalu membuatmu terjaga
Dari banyaknya godaan dunia yang semu…
Aku cemburu Pada ketaatanmu
Yang dengannya telah mendekatkanmu
pada cinta Rabb-mu
Kisah-kisah di Balik Keajaiban Shalat Hajat
Mereka yang mendapatkan keajaiban Shalat Hajat
A. Menghidupkan Keledai yang Mati
Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat, setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)
Muhasabah Cinta
dakwatuna.com - Mari sejenak bermuhasabah diri dengan sepenuh cinta, menengok lembaran kehidupan yang telah kita lalui, agar menjadi pelajaran bagi kita untuk hadapi kehidupan di depan….
Sobat, adakah kita teladani Rasulullah yang tiap malamnya tak pernah berlalu tanpa qiyamullail? Ia berlama-lama berdiri, ruku’, dan sujud, hingga bengkaklah kedua kakinya. Padahal, ia telah terampuni dosa yang lalu dan yang akan datang. Padahal, Allah telah jaminkan jannah untuknya. Sedangkan, kita yang dosanya bagai buih di lautan, bagai pepasir di pantai ini, masih berani dan tenang saja menikmati malam-malam bernyenyak dalam gumul selimut hangat.
Senin, 06 Agustus 2012
Agar Ilmu Kita Bermanfaat

KISAH RENUNGAN:
Diceritakan dalam suatu riwayat bahwa dahulu kala pada masa kaum Bani Israil terdapat seorang lelaki yang memiliki 80 peti penuh dengan kitab-kitab ilmu yang telah dibacanya. Namun ia tidak beroleh manfaat dari ilmunya itu.
Allah SWT pun Menurunkan wahyu kepada NabiNya untuk menyampaikan kepada lelaki itu :
“Meskipun engkau mengumpulkan ilmu yang banyak, niscaya ilmu itu tidak akan memberi manfaat bagimu, kecuali jika engkau mengerjakan tiga perkara, yaitu :
Tiga Nasehat Rasul
Rasulullah SAW pernah memberikan tiga buah nasehat kepada kedua sehabatnya Abu Dzar Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman bin Jabal:
“Bertakwalah kamu kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji.” HR. Tirmidzi
Mengapa Indonesia Lebih Peduli Ariel daripada Rohingya?
Etnis Muslim Rohingnya, Arakan masih
mengalami penderitaan berkepanjangan. Mereka berharap negara-negara
Muslim seperti Indonesia membantu menekan rezim junta militer Myanmar.
Muslim Rohingya ingin hidup bebas menjalankan agamanya, melanjutkan
pendidikan sampai dipermudah melakukan pernikahan.
Rabu, 01 Agustus 2012
Hakikat "Sabar"
Selasa, 31 Juli 2012
Ibu, Sebuah Perenungan

Oleh: Sonia Faiqah
Ilustrasi. (inet)
dakwatuna.com – Ibu, bukti nyata kasih sayang Allah untuk kita…
Sosok yang tak pernah jemu menyayangi dan melayani kita. Pernahkah kita mendoakan ibu di dalam sujud panjang shalat kita di sepertiga malam terakhir? Jika jawabannya iya. Anda sungguh beruntung.
Jika jawabannya tidak, mari kita renungi, ibu kita yang keringatnya adalah kebahagiaan kita, rela bangun di malam hari yang dingin, tak peduli betapa ia lelah karena pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di siang hari, namun dia memilih bangun dari tidur lelapnya untuk menghadap Allah dengan penuh pengharapan, dengan sebait doa yang selalu dia minta pada-Nya, doa yang ditujukan untuk siapa? Untuk kita. Karena tujuannya hanya satu, karena keinginannya hanya satu, yaitu kebahagiaan kita.
Sosok yang tak pernah jemu menyayangi dan melayani kita. Pernahkah kita mendoakan ibu di dalam sujud panjang shalat kita di sepertiga malam terakhir? Jika jawabannya iya. Anda sungguh beruntung.
Jika jawabannya tidak, mari kita renungi, ibu kita yang keringatnya adalah kebahagiaan kita, rela bangun di malam hari yang dingin, tak peduli betapa ia lelah karena pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di siang hari, namun dia memilih bangun dari tidur lelapnya untuk menghadap Allah dengan penuh pengharapan, dengan sebait doa yang selalu dia minta pada-Nya, doa yang ditujukan untuk siapa? Untuk kita. Karena tujuannya hanya satu, karena keinginannya hanya satu, yaitu kebahagiaan kita.
Resep Sehat Ala Rasul
Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Ilbnu Majjah, dan Ahmad dari Abu Hurairah ra. dinyatakan
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
Kondisi demikian itu telah dicontohkan
oleh Rasulullah saw. yang hidup selama 66 tahun, Beliau hanya menderita
sakit sebanyak 2 atau 3 kali saja. Sakit Beliau adalah ketika pertama
kali menerima wahyu Allah swt. dan yang kedua adalah saat mendekati
wafat.
Senin, 30 Juli 2012
Kisah Seorang Ahli Ibadah yang Menyusuri Lautan
Abdul Wahid bin Ziyad menceritakan,
Kami berada dalam sebuah perahu, lalu kami terlempar oleh angin
hingga sampai di sebuah pulau. Kami mendapati seorang laki-laki yang
menyembah berhala di pulau itu, maka kami bertanya kepadanya,‘Kepada siapa kamu menyembah?’ Dia menunjuk kepada sebuah berhala. Kemudian kami berkata,
‘Sesungguhnya ada benda seperti ini dalam perahu kami. Benda (berhala) ini bukanlah tuhan yang patut disembah.’ laki-laki itu balik bertanya,
Wasiat Seorang Ayah Kepada Putranya
Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq rahimahullah berwasiat kepada putranya, Musa. Beliau rahimahullah berkata:
Wahai anakku…. barangsiapa merasa cukup dengan apa yang menjadi bagiannya maka dia akan menjadi kaya dan barangsiapa memanjangkan pandangannya kepada apa yang ada di tangan orang lain niscaya dia akan mati dalam keadaan miskin. Barangsiapa yang tidak ridha dengan apa yang diberikan untuknya berarti telah mencacati Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ketetapan takdir-Nya. Barangsiapa menganggap kecil ketergelinciran orang lain maka menjadi besarlah ketergelinciran dirinya.
Kisah Sedih Si Gadis Miskin
Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan.
Muha adalah seorang gadis remaja yang cantik. Sebagaimana yang
telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis.
Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan
bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia
juga berhak merasakannya?
Langganan:
Postingan (Atom)

